Memasuki 2026, AHM memproyeksikan pasar sepeda motor nasional akan stabil di kisaran 6,4 juta unit, dengan potensi pertumbuhan hingga 6,7 juta unit. Optimisme ini didorong oleh sejumlah faktor, antara lain pertumbuhan sektor manufaktur dan jasa, stabilitas komoditas, serta keberlanjutan program pemerintah yang mendukung segmen entry level. Dengan kondisi tersebut, AHM yakin pasar roda dua tetap resilien dan mampu menopang pencapaian target besar mereka.
Untuk mendukung target produksi 100 juta unit, AHM melakukan ekspansi kapasitas manufaktur. Perusahaan menargetkan penyelesaian pembangunan fasilitas baru di Deltamas, Cikarang, Jawa Barat, yang dijadwalkan mulai beroperasi pada akhir tahun ini. Fasilitas tersebut difokuskan untuk memenuhi kebutuhan segmen sepeda motor otomatis atau skuter matik.
“Kami akan memenuhi kebutuhan segmen skuter matik karena di Indonesia kontribusi pengguna sepeda motor matik atau skuter sudah sekitar 93 persen. Kami melihat perlunya menjaga keseimbangan antara suplai dan kebutuhan pasar, sehingga perlu membangun kapasitas produksi baru,” jelas Thomas.
Dominasi skuter matik di pasar Indonesia memang tidak bisa dipungkiri. Dengan kemudahan penggunaan, efisiensi bahan bakar, dan desain yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat urban, skuter matik menjadi pilihan utama konsumen. AHM melihat tren ini sebagai peluang besar untuk memperkuat posisinya sekaligus memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat yang semakin dinamis.
Kehadiran fasilitas baru di Deltamas diharapkan mampu menjaga ketersediaan produk dan mempercepat pencapaian target produksi.

Tinggalkan Balasan