Pendekatan desain tersebut juga dianggap sebagai upaya Chery untuk menghidupkan kembali identitas lama mereka melalui model legendaris Chery QQ, yang pernah cukup populer di berbagai pasar, termasuk Indonesia pada pertengahan 2000-an. Dengan menghadirkan Chery Q, perusahaan seolah menggabungkan nilai nostalgia dengan teknologi masa kini.
Masuk ke sektor performa, Chery Q dibekali motor listrik yang mampu menghasilkan tenaga sekitar 122 daya kuda dengan torsi mencapai 115 Nm. Tenaga tersebut disalurkan ke roda belakang, memberikan pengalaman berkendara yang cukup responsif untuk penggunaan harian di perkotaan. Konfigurasi ini juga menjadi salah satu daya tarik tersendiri di segmen kendaraan listrik kompak.
Mobil ini menggunakan baterai berjenis LFP (Lithium Iron Phosphate) dengan kapasitas sekitar 42,7 kWh. Baterai tersebut diklaim mampu memberikan jarak tempuh hingga 400 kilometer dalam sekali pengisian penuh berdasarkan standar pengujian New European Driving Cycle atau NEDC. Meskipun angka ini biasanya lebih optimistis dibandingkan kondisi penggunaan nyata, capaian tersebut tetap kompetitif di kelasnya.
Untuk mendukung mobilitas modern, Chery Q juga dilengkapi teknologi pengisian cepat DC dengan daya hingga 85 kW. Fitur ini memungkinkan pengisian baterai dari 30 persen hingga 80 persen hanya dalam waktu sekitar 16 menit. Kecepatan pengisian ini menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kenyamanan pengguna kendaraan listrik, terutama di tengah mobilitas perkotaan yang dinamis.
Di bagian interior, Chery Q menghadirkan berbagai fitur yang umumnya ditemukan pada kendaraan listrik modern asal Tiongkok. Layar sentuh berukuran 15,6 inci menjadi pusat kontrol utama, didampingi oleh panel instrumen digital berukuran 8,8 inci. Sistem hiburan tersebut telah mendukung konektivitas Apple CarPlay dan Android Auto, memberikan kemudahan akses bagi pengguna.

Tinggalkan Balasan